Langsung ke konten utama

METODE DAN METODOLOGI SEJARAH

A. Metode
Metode pada dasarnya merupakan tehnik yang dipergunakan untuk mengumpul data. Hal yang diperhatikan yang berkaitan dengan hal tersebut ialah aspek permasalahan serta ketersediaan sumber yang ada. Selain itu, penentuan metode yang akan digunakan juga tergantung pada maksud serta tujuan penelitian atau dengan kata lain suatu metode yang akan dipilih haruslah sesuai dengan obyek kajian penelitian (Kontjaraningrat, 1993:8). Namun terkadang cenderung terhadap bagaimana untuk menempuh jalan sebaliknya yakni berusaha mencocok-cocokkan obyek penelitian dengan metode yang digunakan, padahal sesungguhnya hal itu keliru. Oleh karena penelitian dalam ilmu sejarah bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis peristiwa-peristiwa yang telah lampau, maka metode yang digunakan adalah metode sejarah (Dudung abdurahman, 1999:54).
Menurut Gottschalk (1986:18), metode sejarah adalah suatu prosedur menyusun detail-detail yang telah disimpulkan dari dokumen-dokumen Otentik menjadi sebuah kisah yang memiliki keberkaitan (berhubung-hubungan). Adapun prosedur yang dimaksud merupakan tahapan-tahapan pelaksanaan penelitian sejarah yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi.
Heuristik atau pengumpulan sumber merupakan suatu langkah terpenting dalam pelaksanaan penelitian sejarah, pengumpulan sumber ini bisa memulainya dengan melakukan serangkaian studi kepustakaan (Library Research) yang berupa buku-buku, artikel, hasil penelitian dan makalah-makalah sebagai bahan perbandingan dalam menentukan Otensitas dan Kredibilitas sumber sejarah. Data tersebut dapat kita peroleh di beberapa lembaga terkait misalnya di perpustakaan, Museum, rumah baca dan sebagainya.
Setelah sumber sudah terkumpulkan maka langkah selanjutnya yang dilakukan yakni kritik terhadap Sumber. Pengujian atas asli dan tidaknya sebuah sumber berarti yang dikritik adalah termasuk kritik Ektern (kritikan dari segi fisik sumber). Bila sumber berupa dokumen tertulis, maka untuk menentukan otentitas dari sumber tersebut maka dilakukan pengujian yang berupa pertanyaan “Kapan dan dimana sumber itu dibuat”, “Siapa pembuatnya” serta “Bagaimana krangka konseptualnya”, agar kita dapat mengetahui sumber tersebut merupakan sumber primer atau sumber sekunder. Dari itu kemudian kita akan dapat mengetahui sejauhmana validitas dan akurasi data guna dijadikan reverensi dalam merekonstruksi peristiwa yang terjadi. Jika hal ini telah selesai dilakukan maka kita hendak melaksanakan Interpretasi terhadap berbagai data yang kita kumpulkan.
Pada tahapan Interpretasi menuntut kecermatan dan sikap Obyektif penulis agar dapat terhindar dari suatu interpretasi yang subyektif terhadap fakta sejarah. Hal ini hanya biasa dilakukan dengan mengetahui kondisi umum sebenarnya agar dapat menemukan gambaran kesimpulan yang berdasar pada sejarah yang limiah.
Tahapan akhir dalam metode sejarah adalah Historiografi, yakni melakukan rekontruksi sejarah agar dapat memahami sejarah sebagaimana yang terjadi (Histoire Realite). Penggunaan ilmu-ilmu sosial lainnya dalam penelitian sejarah sebagai ilmu bantu guna merekonstruksi sejarah sangat dibutuhkan hal ini dilakukan agar dapat mengekstrapolasikan data sejarah yang ada. Penulisan sejarah tidak hanya mampu menjawab pertanyaan “Apa”, “Siapa”, “Kapan”, dan “Dimana” suatu peristiwa itu terjadi melainkan suatu eksplanasi kritis dan mendalam terhadap “Bagaimana” dan “Mengapa” atau sebab musabab terjadinya peristiwa tersebut, olehnya itulah maka penelitian Sejarah menggunakan pendekatan Multideminsional dan Interdisipliner.
Metodologi Sejarah.
B. Metodologi
Metodologi yakni membahas tentang krangka-krangka pemikiran (framework) tentang konsep-konsep, kategori-kategori, model-model, hipotesis-hipotesis dan prosedur-prosedur umum yang dipakai dalam penyusunan teori dan testing.
Antara pengertian metode dan metodologi mempunyai hubungan erat meskipun dapat dibedakan. Menurut devinisi kamus Webster’s yang dimaksud dengan:
Metode ialah:
1. Suatu prosedur atau proses untuk mendapatkan sesuatu Objek.
2. Suatu disiplin atau system yang acapkali dianggap sebagai suatu cabang logika yang berhubungan dengan prinsip-prinsip yang dapat diterapkan untuk penyidikan kedalam atau eksposisi dari beberapa subjek.
3. suatu prosedur, teknik, atau cara cara melakukan penyelidikan yang sistematis yang dipakai oleh atau yang sesuai untuk suatu ilmu (sains), seni, atau disiplin ilmu tertentu:
Kemudian menurut kamus The New Lexicon webster’s dictionary of the Englis Language (selanjutnya disebut The New Lexicon), Metode ialah : “suatu cara untuk berbuat sesuatu; suatu prosedur untuk mengerjakan sesuatu; keteraturan dalam berbuat, berencana, dll; suatu susunan atau system yang teratur.”( The New Lexicon;1989:628)
Metodologi ialah:
1. Suatu rencana sistematis yang diikuti dalam penyajikan materi untuk pengajaran.
2. Suatu cara memandang, mengorganisasi, dan memberikan bentuk dan arti khusus pada materi-materi artistic : (a) suatu cara, tekhnik, atau proses dari…. Atau untuk melakukan sesuatu…. (b) suatu keseluruhan keterampilan-keterampilan (a body of skills) atau teknik-teknik. (webster’s;1966:1422/1423)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB I PENDAHULUAN A. DASAR PEMIKIRAN Generasi muda diharuskan mangenal sejarah dan mengembangkan kenangan, perkembangan masa lalu, masa sekarang dan masa-masa yang akan datang guna memperkaya budaya daerah dan budaya nasional. Penggalian sejarah tentang perkembangan Desa Rupe selama ini hanya diwariskan melalui cerita lisan. Setiap pergantian generasi lebih kurang cerita itu banyak yang tenggelam, akibatnya generasi banyak yang melupakan sejarah dengan dasar “ sejuta ingatan lebih baik satu catatan yang bernilai sejarah”. Kurang mengenal sejarah akibatnya persatuan dan kesatuan semakin renggan ,rasa persaudaraan akan hilang. Dari dasar pemikiran tersebut di atas permasalahan yang dihadapi saat sekarang adalah: 1 Kurang mengenal sejarah lebih-lebih sejarah perkembangan desa mereka sendiri (Desa Rupe) 2 Belum ada yang menulis sejarah perkembangan Desa Rupe dan Langgudu. 3 Persatuan dan kesatuan sekarang semakin renggang 4 Tuntutan p...
Kuis Millionaire Sejarah 🏆 KUIS MILLIONAIRE 📚 Edisi Sejarah SMA Oleh : Yusuf, S.Pd (Guru Sejarah SMAN 2 Langgudu) Kelas X - XII 📋 Aturan Permainan • 15 pertanyaan dengan tingkat kesulitan meningkat • Setiap jawaban benar = naik ke hadiah lebih tinggi • 3 bantuan tersedia: 50:50, Telepon Teman, Ganti Soal • Waktu 30 detik untuk setiap pertanyaan • Hadiah aman: Soal ke-5 dan ke-10 🎮 MULAI BERMAIN → Materi: Sejarah Indonesia & Dunia Kelas X-XII 🏆 KUIS MILLIONAIRE Sejarah SMA 30 Pertanyaan 1/15 Hadiah Rp 100.000 ✂️ 50:50 📞 Telepon 🔄 Ganti ...

Kopa la koka

(telapak kaki mahluk raksasa) Dalam ilmu geografi yang memberi gambaran tentang terjadinaya lautan dan daratan berawal dari letusan atas adanya dua kekuatan yaitu kekuatan eksogen dan kekuatan endogen. Berkaitan dengan sejarah terbentuknya perairan dan daratan di Desa Rupe memiliki cerita, bahwa dari hasil injakkan telapak kaki mahluk raksasa yang bernama la Koka (penulis masih mencari data dan informasi yang valid tentang sejarah la Koka), pada suatu waktu pecahnya geografis wilayah desa Rupe menjadi perairan dan daratan dengan scenario ceritanya.       La Koka adalah mahluk raksasa yang memilki kekuatan injakan tealpak kaki yang amat dahsyat, sehingga terjadi getaran yang menyebabkan hancurnya daratan tersebut terbentuklah sebuah teluk yang diberi nama teluk waworada (konon ceritanya). Sebgai bukti sejarah bahwa kopa lakoka yang amat dahsyat itu tertapak di atas dua buah batu yaitu telapak kaki kanannya berada di pan...