Selasa, 03 Juni 2014

DELAPAN JAM BERJIBAKU UNTUK SMAN 1 PARADO


Oleh Marlita Putri Ekasari *

Hari Rabu ini, tanggal 29 Februari 2012 menjadi hari yang menegangkan. Bukan karena detik-detik akhir bulan februari 2012 tetapi kepastian SMAN 1 Parado  sebagai sekolah pendaftar beasiswa bidik misi ditentukan hari ini.
Aku yang sedang turun dari bemo tiba-tiba dijemput oleh Wakasek bagian kurikulum SMAN 1 Parado ,Pak Yusuf, untuk membantunya di PKBM. Aku sendiri yang sedang turun dari bemo, meng-iya kan dengan raut wajah bingung dan meminta ijin untuk sholat ashar terlebih dahulu karena sudah masuk waktu sholat. Pak Yusuf pun akhirnya menunggu. Setelah selesai sholat, beliau menjelaskan sedikit mengenai kesulitan yang dihadapinya, SMAN 1 Parado belum sukses mendaftar online. Aku bersedia berangkat setelah berpamitan dengan Ama dan Ina ku.
Sekitar 10 menit, aku dibonceng dengan motor menuju PKBM. Sesampainya disana, Pak Abdillah, Mas Daus, Mas Jufrin yang merupakan pengurus PKBM menyambut kami. Ternyata mereka (padahal jarang mereka bisa lengkap seperti ini) menemani Pak Yusuf untuk memasukkan data. Mereka duduk mengelilingi meja yang sudah rusuh dengan kertas-kertas dan asbak penuh puntung rokok. Baru kutahu, Pak Yusuf sudah mencoba memasukkan data secara online sejak jam 14.00 WITA dan berkali-kali gagal. Bahkan beliau sudah 3 kali ke rumahku untuk bertanya sedangkan aku tidak ada di rumah (Aku pergi ke Tente untuk mengirim laporan,di Parado,kadang tidak stabil sinyalnya). Sampailah aku di PKBM, diculik sebentar (daripada bolak-balik, katanya). Untungnya internet sore ini di PKBM cukup stabil, walaupun sempat saat jam 18.00, jendela internetnya hanya bisa dibuka dua. Aku yang juga perlu solusi menghubungi Kabid Kurikulum Dikmen Dikpora Kab Bima untuk membantu. Beliau mengatakan harus berhubungan dengan operator Dikpora Kabupaten yang belum diketahui nomor kontaknya dan saat itu di luar jam kerja. Beliau memintaku untuk ke kantor besok membawa formulir tetapi hal itu tidak bisa dilakukan karena dateline hari ini.
 Saat itu, kepanikanku beserta bapak-bapak itu memuncak karena kami belum berhasil dan mendapati kenyataan bahwa pendaftaran ditutup pukul 22.00 WIB (23.00 WITA) yaitu 5 jam lagi. Kami akhirnya memutuskan untuk sholat maghrib berjamaah untuk menyerahkan segalanya ke Allah. Allah membukakan jalannya lewat divisi Bidik Misi di Indonesia Mengajar. Kami berkomunikasi intens untuk membantu SMAN 1 Parado menembus barikade padatnya sistem online. Jendela Bidik Misi di Internet selalu error ketika memasukkan NPSN. Jam 21.00 WITA, akhirnya, kami berhasil masuk. Kami sempat bersorak gembira sebentar, tetapi senyum kami layu saat masih diperlukan lagi syarat memasukkan data tambahan seperti data nilai UN 3 tahun terakhir, form F yang harus ditandatangani kepala sekolah dan dicap sekolah, serta prestasi sekolah 3 tahun terakhir, harus dipersiapkan 2 jam lagi.  Setiap detik menjadi sangat berharga.
Kami tidak ingin menyerah. Pak Yusuf menemui Kepala Sekolah di rumahnya untuk meminta data UN, prestasi sekolah dan menyerahkan Form F di malam itu juga. Kami hanya punya waktu 1 jam lagi untuk menyelesaikan tugas ini. Aku yang notabene perempuan tidak ingin menyerah walau jam malamku sudah lewat. Masyarakat disini menganggap perempuan setelah maghrib harus berada di rumah jika bepergian pun harus bersama dengan teman perempuan lain. Tapi satu jam ini sangat berharga. Dan Pak Abdillah akhirnya membawa istrinya ke PKBM untuk menemaniku. Alhamdulilah ...Aku tetap duduk di depan komputer menunggu pak Yusuf..semoga saja lancar..
Pak Yusuf akhirnya datang dengan senyum lebarnya membawa form F yang sudah ditandatangani dan dicap, beserta data UN yang lengkap. Kami men-scan form F untuk di upload. Untungnya PKBM punya printer yang sekaligus bisa scan. Kami akhirnya berhasil memasukkan data dan selesai 10 menit sebelum jam 23.00 WITA. Kami mengecek ulang apakah benar-benar sudah berhasil. Kami belum berani meninggalkan komputer sampai nama SMAN 1 Parado masuk dalam SMA pendaftar beasiswa Bidik Misi. Dan tepat pukul 23.00, setelah kami yakin, nama SMAN 1 Parado ada di daftar itu, kami akhirnya mengucapkan syukur yang tak terkira. Aku bahkan tak henti-henti mengucapkan terima kasih atas kesabaran mereka, keyakinan mereka, kepercayaan mereka dan kesungguhan mereka hingga detik-detik terakhir. Pak Yusuf pun memintaku menyampaikan rasa terima kasih kepada divisi Bidik Misi Indonesia Mengajar.                  
Sejauh ini, perjuangan kami berhasil.. Tetapi, masih ada tahap lain yang harus dilewati. Semoga ada anak-anak Parado yang lolos dan memperoleh pendidikan tinggi lebih baik. Sekarang ada 2 anak SMAN 1 Parado yang mendaftarkan diri. Sekolah tetap berjuang walaupun mereka merasa pesimis akan lolos. Aku hanya bisa membantu dengan memberi motivasi anak-anak itu dengan memberi waktu mereka bertanya di hari Rabu sore.  
Delapan jam itu membuatku lebih optimis, bahwa masih ada orang-orang yang mendambakan pendidikan lebih baik walaupun dihambat oleh ganjalan akses informasi dan distribusi yang tidak seimbang antara kota dan daerah ini..
Ya Allah... untuk setahun ini, jadikan aku, orang yang bermanfaat semoga cukup bisa menggeser sedikit ganjalan informasi dan memperpendek jarak itu bagi pendidikan mereka...
Amiin ..
*Apoteker lulusan Universitas Gadjah Mada (2010)  bidang Farmasi klinik dan komunitas ini akrab disapa Lita. Semasa kuliah, dia mendapat beasiswa dari Tanoto Foundation (2006-2010) dan aktif dalam dunia kerelawanan medis. Dia bergabung dengan beberapa lembaga nonpemerintah seperti BSMI dan SHEEP Indonesia. Dia juga pernah terlibat dalam kegiatan Rumah Zakat Indonesia bekerja sama dengan Indosat juga Zaid UEA dalam beberapa projek terpisah. Projek tersebut di antaranya emergency response and rehabilitation programs saat dan pascabencana alam seperti saat bencana gempa Padang, Sumatera Barat, Gempa Yogyakarta, serta meletusnya Gunung Merapi.
Lita pernah mendapatkan beberapa prestasi ketika menjadi mahasiswa seperti finalis Pimfi di ITB dan dipercaya sebagai Ketua Kelompok Studi Profetik Fakultas Farmasi UGM yang bergerak dalam keamanan (kehalalan) obat, makanan dan kosmetik (2007-2008). Sebagai lulusan Farmasi, Marlita pernah bekerja sebagai apoteker pendamping Ramadhan Medical Centre setelah sebelumnya memiliki pengalaman sebagai asisten apoteker di RS Muhammadiyah Yogyakarta. Dia juga pernah ditunjuk sebagai asisten laboratorium Farmasetika Dasar dan Perbekalan Steril Fakultas Farmasi UGM serta penulis lepas untuk buku Farmakoterapi Sistem Syaraf Pusat bersama Prof Zulies Ikawati dan Woro Hardjaningsih.
Sebagai Pengajar Muda (PM) yang ditempatkan di SDN Paradowane Kabupaten Bima, Lita mengajar Matematika dan Bahasa Inggris. Dia menginisiasi tiga ekstrakurikuler baru (Duta Baca, Duta Kebersihan dan English on The Road) dan 4 kegiatan advokasi pendidikan bersama 8 PM Bima di Kota dan Kabupaten Bima. Seluruh aktivitasnya selama menjadi Pengajar Muda menjadi tantangan dan pengalaman ‘pay it forward’ yang luar biasa bagi Lita. *

Jumat, 31 Mei 2013

TERAPI TADABBUR QUR’AN MENGATASI GANGGUAN JIN DAN SYETAN


98- Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. 99- Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. 100- Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. ( AN NAHL 98-100)

Bacaan tadabbur
Ya Allah telah kau ingatkan kepada kami dalam Qur’anMu yang agung, apabila kami membaca Qur’an agar kami berlindung padaMu dari godaan dan tipudaya syetan yang terkutuk. Sesungguhnya syetan itu tidak mempunyai kekuasaan terhadap orang yang beriman dan bertawakkal padaMu. Syetan hanya berkuasa terhadap orang yang mengambilnya sebagai pemimpin dan menjadikannya sebagai sekutu sekutuMu.
Ya Allah teguhkan Iman dan keyakinan kami padaMu, tolong kami untuk selalu bertawakal dan berserah diri padaMu, lindungi kami dari tipu daya syetan yang menyesatkan. Jangan kau jadikan syetan berkuasa terhadap kami. Ya Allah jadikan syetan berputus asa dari menipu dan menyesatkan kami dari jalanMu yang lurus.
Ya Allah jangan kau jadikan kami termasuk orang mengambil syetan sebagai pemimpin, jangan kau jadikan kami memperturutkan hawa nafsu dan mengikuti bujuk rayu syetan yang mempedaya. Jangan Kau jadikan kami sebagai budak-budak  syetan yang hina.  Jangan Kau jadikan kami termasuk orang yang mempersekukutkanMu dengan sesuatu. Engkaulah pemimpin kami , Engkaulah pelindung kami, hanya Engkaulah yang kami sembah. Teguhkan iman dan keyakinan kami padaMu ya Allah , bimbing kami menempuh jalanMu yang lurus , perkenankanlah permohonan kami ini ya Allah
Ada baiknya anda hafalkan ayat tersebut diatas dan sering dibaca dalam sholat, disamping surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas insya Allah anda terpelihara dari kejahatan syetan dan jin yang suka mengganggu manusia atau kejahatan syetan dan Jin yang dikirim oleh orang yang dengki pada anda (santet atau sihir)
(dari berbagai sumber)

Senin, 22 April 2013

HARAPKU

Ketika surya melabuhkan diri,
lembayung memaparkan keanggunan yang merah
dan...
angin turut menusukan lantunan adzan
ke pori-pori kulit insan

Aku bisikkan desahan penyesalan Kepada-Nya
tentang gambaran yang terekam dalam benak

Ya Rob,... ampuni aku
yang mencoba mengubur gumpalan dosa
membasuh nanah aib
dan...
menambal luka-luka kesalahan
dalam perjalan ini

Sedangkan Rahmat-Mu
seindah lukisan-Mu
tentang gunung, sungai, lembah,
ngarai, hutan...
yang berpayung langit
dengan corak bintang dan bulan

Perjalananku tiba di tengah padang kehidupan
yang harus lalui lautan kendala
jurang kehidupan yang terus saja menganga

Dan satu lagi harapku...
Jika esok kau izinkan aku kembali
tuk lihat hamparan awan
rasakan kehangatan surya pagi,
Tolong tuntun aku...
tuk berikan yang terindah
untuk ayah bunda...

Kamis, 31 Januari 2013

Penyakit Hati*


Kita mengenal tiga macam penyakit; penyakit hati, penyakit jiwa, dan penyakit fisik. Membedakan penyakit fisik dengan penyakit jiwa lebih mudah ketimbang membedakan penyakit jiwa dengan penyakit hati. Walaupun demikian, ketiganya memiliki persamaan. Apa pun yang dikenai oleh ketiga penyakit itu, ia tidak akan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Tubuh kita disebut berpenyakit apabila ada bagian tubuh kita yang tidak menjalankan fungsinya dengan benar. Telinga Anda disebut sakit apabila ia tidak dapat mendengar lagi.
Di antara fungsi hati, menurut Al-Ghazali, adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Allah telah menciptakan hati sebagai tempat Dia bersemayam. Tuhan berkata dalam sebuah hadis Qudsi: Langit dan bumi tidak dapat meliputi-Ku. Hanya hati manusia yang dapat meliputi - Ku. Dalam hadis Qudsi lain, Tuhan berkata: "Hai anak Adam, Aku telah menciptakan taman bagimu, dan sebelum kamu bisa masuk ke taman ciptaan-Ku, Aku usir setan dari dalamnya. Dan dalam dirimu ada hati, yang seharusnya menjadi taman yang engkau sediakan bagi-Ku."

Hadis ini menunjukkan bahwa fungsi hati adalah untuk mengenal Tuhan, mencintai Tuhan, menemui Tuhan, dan pada tingkat tertentu, melihat Tuhan atau berjumpa dengan-Nya. Hati yang berpenyakit ditandai dengan tertutupnya mata batin kita dari penglihatan-penglihatan ruhaniah. Ada hubungan antara penyakit jiwa dengan penyakit fisik. Sebagai contoh, penyakit jiwa yang paling populer pada masyarakat modern adalah stres. Stres pada penyakit jiwa adalah seperti sakit flu pada penyakit fisik.

Dari beberapa penelitian ilmiah, diketahui bahwa orang-orang yang stres mengalami gangguan pada sistem immune atau sistem kekebalan dalam tubuhnya. Orang yang banyak mengalami stres cenderung gampang sekali terkena penyakit. Ini menunjukkan bahwa penyakit jiwa amat berpengaruh dalam menimbulkan gangguan fisik. Demikian pula sebaliknya, penyakit fisik dapat menimbulkan gangguan jiwa. Orang yang sakit terus menerus, sudah berobat ke mana-mana, tetapi belum sembuh, juga bisa mengalami penyakit jiwa. Orang tersebut boleh jadi cepat tersinggung, mudah marah, dan sebagainya.

Salah satu di antara penyakit jiwa adalah perasaan cemas; takut akan sesuatu yang tidak jelas. Ada dua macam ketakutan; Pertama, takut kepada sesuatu yang terlihat, misalnya ketakutan pada harimau. Kedua, takut kepada sesuatu yang abstrak, umpamanya seorang istri yang takut suaminya akan berbuat macam-macam. Sang istri membayangkan sesuatu yang bersumber dari imajinasinya sendiri. Ini berarti istri tersebut mengalami gangguan psikologis. Ada juga orang yang merasa bahwa semua orang di sekitarnya tidak suka kepada dia dan mereka semua bermaksud mencelakakannya. Dia selalu dibayangi ketakutan seperti itu. Para psikolog menyebut ketakutan seperti ini sebagai anxiety.

Penyakit hati menimbukan gangguan psikologis dan gangguan psikologis berpengaruh pada kesehatan fisik. Contoh penyakit hati adalah dengki, iri hati, dan dendam kepada orang lain. Dendam adalah rasa marah yang kita simpan jauh di dalam hati kita sehingga menggerogoti hati kita. Akibat dari menyimpan dendam, kita menjadi stres berkepanjangan. Adapun akibat dari iri hati ialah kehilangan perasaan tentram. Orang yang iri hati tidak bisa menikmati kehidupan yang normal karena hatinya tidak pernah bisa tenang sebelum melihat orang lain mengalami kesulitan. Dia melakukan berbagai hal untuk memuaskan rasa iri hatinya. Bila ia gagal, ia akan jatuh kepada frustrasi.

Imam Ali berkata, "Tidak ada orang zalim yang menzalimi orang lain sambil sekaligus menzalimi dirinya sendiri, selain orang yang dengki."

Selain menyakiti orang lain, orang yang dengki juga akan menyakiti dirinya sendiri. Ada penyakit hati yang langsung berpengaruh kepada gangguan fisik. Bakhil, misalnya. Bakhil adalah penyakit hati yang bersumber dari keinginan yang egois. Keinginan untuk menyenangkan diri secara berlebihan akan melahirkan kebakhilan. Penyakit bakhil berpengaruh langsung pada gangguan fisik.

Pernah ada orang datang kepada Imam Ja'far as. Dia mengadukan sakit yang diderita seluruh anggota keluarganya, yang berjumlah sepuluh orang. Imam Ja'far berkata dengan menyebutkan sabda Nabi saw, "Sembuhkanlah orang-orang yang sakit di antara kamu dengan banyak bersedekah." Dalam hadis lain disebutkan, "Di antara ciri-ciri orang bakhil adalah banyaknya penyakit".

Tanda-Tanda Penyakit Hati

Pertama, kehilangan cinta yang tulus. Orang yang mengidap penyakit hati tidak akan bisa mencintai orang lain dengan benar. Dia tidak mampu mencintai keluarganya dengan ikhlas. Orang seperti itu agak sulit untuk mencintai Nabi, apalagi mencintai Tuhan yang lebih abstrak. Karena ia tidak bisa mencintai dengan tulus, dia juga tidak akan mendapat kecintaan yang tulus dari orang lain. Sekiranya ada yang mencintainya dengan tulus, ia akan curiga akan kecintaan itu.

Dalam kitab Matsnawi, Rumi mengisahkan suatu negeri yang mengalami kekeringan yang panjang. Orang-orang salih dan para ulama berkumpul untuk melakukan salat istisqa namun hujan tidak turun juga. Karena hujan tidak turun, akhirnya para pendosa pun turut berkumpul di tanah lapang. Sebagai ahli maksiat, mereka tidak tahu bagaimana cara salat istisqa. Mereka hanya memukul genderang sambil mengucapkan puji- pujian dalam bahasa Persia yang terjemahannya berbunyi: Titik-titik hujan sangat indah untuk para pendosa. Begitu juga kasih sayang Tuhan sangat indah untuk orang-orang durhaka. Mereka hanya mengulang-ulang kata-kata itu.

Tiba-tiba, tanpa diduga, hujan turun dengan lebat. Hal ini terjadi karena orang-orang salih berdoa dengan seluruh zikir dan tasbihnya, sementara para pendosa berdoa dengan seluruh penyesalannya, dengan segala perasaan rendah diri di hadapan keagungan Tuhan. Para pentasbih menyentuh kemahabesaran Tuhan sementara para pendosa menyentuh kasih sayang Tuhan.

Kedua, kehilangan ketentraman dan ketenangan batin. Ketiga, memiliki hati dan mata yang keras. Pengidap penyakit hati mempunyai mata yang sukar terharu dan hati yang sulit tersentuh. Keempat, kehilangan kekhusyukan dalam ibadat. Kelima, malas beribadat atau beramal. Keenam, senang melakukan dosa. Orang yang berpenyakit hati merasakan kebahagiaan dalam melakukan dosa. Tidak ada perasaan bersalah yang mengganggu dirinya sama sekali. Sebuah doa dari Nabi saw berbunyi: "Ya Allah, jadikanlah aku orang yang apabila berbuat baik aku berbahagia dan apabila aku berbuat dosa, aku cepat-cepat beristighfar."

Di antara taubat yang tidak diterima Allah ialah taubat orang yang tidak pernah merasa perlu untuk bertaubat karena tak merasa berbuat dosa. Kali pertama seseorang melakukan dosa, ia akan merasa bersalah. Tetapi saat ia mengulanginya untuk kedua kali, rasa bersalah itu akan berkurang. Setelah ia berulang kali melakukan maksiat, ia akan mulai menyenangi kemaksiatan itu. Bahkan ia menjadi ketagihan untuk berbuat maksiat terus menerus. Ini menandakan orang tersebut sudah berada dalam kategori firman Allah: "Dalam hatinya ada penyakit lalu Allah tambahkan penyakitnya." (QS. Al-Baqarah: 10)

Dalam kitabnya Ihyâ `Ulûmuddîn, Al-Ghazali berbicara tentang tanda- tanda penyakit hati dan kiat-kiat untuk mengetahui penyakit hati tersebut. Ia menyebutkan sebuah doa yang isinya meminta agar kita diselamatkan dari berbagai jenis penyakit hati: "Ya Allah aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak kenyang, mata yang tidak menangis, dan doa yang tidak diangkat."

Doa yang berasal dari hadis Nabi saw ini, menunjukkan tanda-tanda orang yang mempunyai penyakit hati. Merujuk pada doa di atas, kita bisa menyimpulkan ciri-ciri orang yang berpenyakit hati sebagai berikut:

Pertama, memiliki ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmunya tidak berguna baginya dan tidak menjadikannya lebih dekat kepada Allah swt. Al-Quran menyebutkan orang yang betul- betul takut kepada Allah itu sebagai orang-orang memiliki ilmu: Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya ialah orang yang berilmu. Jika ada orang yang berilmu tapi tidak takut kepada Allah, berarti dia memiliki ilmu yang tidak bermanfaat.

Kedua, mempunyai hati yang tidak bisa khusyuk. Dalam menjalankan ibadah, ia tidak bisa mengkhusyukkan hatinya sehingga tidak bisa menikmati ibadahnya. Ibadah menjadi sebuah kegiatan rutin yang tidak mempengaruhi perilakunya sama sekali. Tanda lahiriah dari orang yang hatinya tidak khusyuk adalah matanya sulit menangis. Nabi saw menyebutnya sebagai jumûd al-`ain (mata yang beku dan tidak bisa mencair). Di dalam Al-Quran, Allah menyebut manusia-manusia yang salih sebagai mereka yang ...seringkali terhempas dalam sujud dan menangis terisak-isak.

Di antara sahabat-sahabat Nabi, terdapat sekelompok orang yang disebut al-bakâun (orang-orang yang selalu menangis) karena setiap kali Nabi berkhutbah, mereka tidak bisa menahan tangisannya. Dalam sebuah riwayat, para sahabat bercerita: Suatu hari, Nabi Saw menyampaikan nasihat kepada kami. Berguncanglah hati kami dan berlinanglah air mata kami. Kami lalu meminta, "Ya Rasulallah, seakan- akan ini khutbahmu yang terakhir, berilah kami tambahan wasiat." Kemudian Nabi saw bersabda, "Barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku, kalian akan menyaksikan pertengkaran di antara kaum muslimin yang banyak ..." Dalam riwayat lain, Nabi saw bersabda: "Hal pertama yang akan dicabut dari umat ini adalah tangisan karena kekhusyukan."

Ketiga, memiliki nafsu yang tidak pernah kenyang. Ia memendam ambisi yang tak pernah habis, keinginan yang terus menerus, serta keserakahan yang takkan terpuaskan.

Adapun ciri keempat dari orang yang berpenyakit hati adalah doanya tidak diangkat dan didengar Tuhan.

Kiat Mengobati Penyakit Hati

Cara pertama untuk mengobati penyakit hati, menurut Al-Ghazali, adalah dengan mencari guru yang mengetahui penyakit hati kita. Ketika kita datang kepada guru tersebut, kita harus datang dengan segala kepasrahan. Kita tidak boleh tersinggung jika guru itu memberitahukan penyakit hati kita.

Umar Ibn Al-Khattab berkata, "Aku menghargai sahabat-sahabatku yang menunjukkan aib-aibku sebagai hadiah untukku."

Seorang guru harus mencintai kita dengan tulus dan begitu pula sebaliknya, kita harus mencintai guru kita dengan tulus. Apa pun yang dikatakan guru, kita tidak menjadi marah. Kita juga harus mencari guru yang lebih sedikit penyakit hatinya daripada diri kita sendiri.

Kedua, mendapatkan sahabat yang jujur. Sahabat adalah orang yang membenarkan bukan yang `membenar-benarkan' kita. Sahabat yang baik adalah yang membetulkan kita, bukan yang menganggap apapun yang kita lakukan itu betul.

Ketiga, jika sulit mendapatkan sahabat yang jujur, kita bisa mencari musuh dan mempertimbangkan ucapan-ucapan musuh tentang diri kita. Musuh dapat menunjukkan aib kita dengan lebih jujur ketimbang sahabat kita sendiri. Keempat, memperhatikan perilaku orang lain yang buruk dan kita rasakan akibat perilaku buruk tersebut pada diri kita. Dengan cara itu, kita tidak akan melakukan hal yang sama. Hal ini sangat mudah karena kita lebih sering memperhatikan perilaku orang lain yang buruk daripada perilaku buruk kita sendiri.

Sebuah kisah dari Jalaluddin Rumi akan menutup tulisan ini; Alkisah, di sebuah kota ada seorang pria yang menanam pohon berduri di tengah jalan. Walikota sudah memperingatkannya agar memotong pohon berduri itu. Setiap kali diingatkan, orang itu selalu mengatakan bahwa ia akan memotongnya besok. Namun sampai orang itu tua, pohon itu belum dipotong juga. Seiring dengan waktu, pohon berduri itu bertambah besar. Ia menutupi semua bagian jalan. Duri itu tidak saja melukai orang yang melalui jalan, tapi juga melukai pemiliknya. Orang tersebut sudah sangat tua. Ia menjadi amat lemah sehingga tidak mampu lagi untuk menebas pohon yang ia tanam sendiri.

Di akhir kisah itu Rumi memberikan nasihatnya, "Dalam hidup ini, kalian sudah banyak sekali menanam pohon berduri dalam hati kalian. Duri-duri itu bukan saja menusuk orang lain tapi juga dirimu sendiri. Ambillah kapak Haidar, potonglah seluruh duri itu sekarang sebelum kalian kehilangan tenaga sama sekali."

Yang dimaksud Rumi dengan pohon berduri dalam hati adalah penyakit- penyakit hati dalam ruh kita. Bersamaan dengan tambahnya umur, bertambah pula kekuatannya. Tak ada lagi waktu yang lebih tepat untuk menebang pohon berduri di hati kita itu selain saat ini. Esok hari, penyakit itu akan semakin kuat sementara tenaga kita bertambah lemah. Tak ada daya kita untuk menghancurkannya.

*Jalaluddin Rakhmat