Langsung ke konten utama

pertempuran Pikiran dan Bathin

Aku heran pada diriku. Aku anggap waktu istirahatku adalah saat pekerjaanku, sementara jam kerjaku aku tetap menggunakan untuk bekerja. Mungkinkah aku rakus dalam bekerja…??? Akan tetapi yang membuatku selalu malas untuk bekerja di Jam kerja ku sebab orang selau menggapnya Salah….nggak beres….dan kami harus mengerjakan mulai dari awal.
Aku tersadar akan kemampuanku, aku tidak sesempurna Profesor dan Doktor, akupun belum sebanding dengan master. Ia….ia, aku hanya pekerja, yang tidak tau siang dan malam hanya untuk bekerja. Pekerja……Ia …..kamu pasti mengerti dan tau pekerja, bekerja untuk mencari upah…..yah kalau tidak bekerja tidak ada upah. Tapi kamu khan bekerja……kenapa kamu tidak dikasih upah. Ah…lupakan saja, itu adalah bisikan iblis yang menghantui pikiranmu.
Kembalilah bekerja, anggap itu suatu stimulus bagimu untuk terus memupuk semangat dan prestasimu. Ah…..Semangat….!!! Apa itu Prestasi…..!!!, kalau kau sudah semangat dan berprestasi apa yang bisa kau dapatkan…..? adakah sebongkahan pujian yang bisa kau dapatkan, atau penghargaan yang disematkan di dadamu…..? yah ataukah sekeping dua mata uang ringgit yang sering kau belanjakan masa kanak-kanak dulu….?
Kenapa kau sering menggangguku…..Aku ingin bekerja…Bekerja dan Bekerja, walau apapun itu bahasamu aku tetap bekerja, karena kalau tidak bekerja aku tidak bisa menafkahi keluargaku. Hai…..jangan terlalu memelas begitu…….aku sebenarnya kasihan padamu……aku kira kamu dapat memahami apa yang aku bicarakan, bukannya aku melarangmu bekerja tapi kamu juga harus tau kamu bekerja dimana dengan siapa saja dan penghargaan orang terhadapmu seperti apa? Sudahlah…..sudah banyak yang bisa dicontohi…..kemarin si itu, dulunya si Anu, entahlah….sekarang siapa lagi….ya…bisa saja kamu karena dia tidak mungkin. Eh……kamu ngomong apa, jangan sembarang kalau bicara, kamu khan tau….dari tadi, aku hanya bekerja….bekerja dan bekerja. Kamu juga tidak perlu mencampuri urusanku sebab diriku tidak pernah mengenalmu sebelumnya dan untuk apa kamu so’ menasehatiku, yang terpenting hari ini aku tetap bekerja. Biar orang lain menganggapku apa, Pekerjaanku tidak pernah Rampung, Selalu membuat masalah, selalu kekanak-kanakkan, tidak bisa jaga diri, gampangan, tidak berwibawa, dan masih banyak yang lainnya itu……Itukan pandangan orang…….yah wajarlah orang menilai seperti itu, kalau saya sendiri yang menilai diriku seperti itu itu baru tidak wajar, karena menurutku Aku adalah diriku yang ditiap harinya hanya untuk bekerja, bekerja dan bekerja, Kalau masalah rampung dan tidaknya suatu pekerjaan tergantung dari cara orang memandanglah, kalau pekerjaanmu segudang….mampu…ngga’ kamu kerjakan dalam sehari belum lagi keluarga membutuhkanmu, anak menangis memanggil dirimu, kawan membutuhkan bantuanmu, orang tuamu memanggilmu, atau istrimu marah karena melihatmu bekerja terus.
Nah…….Yang ini…nich, Selalu membuat masalah!. Jangan salah yah….kita memang ada bersama masalah, kita terlahir karena terjadinya sebuah masalah yakni terjadi gesekan diantara bagian-bagian tertentu, sementara kita dibesarkan dengan penuh masalah, baik itu menyangkut tidak sanggupnya orang tua membelikan susu, tidak sanggup membawa ke Dokter kalau sakit, tidak bisa membelikan baju baru saat lebaran, tidak bisa membawa libur saat ada waktu luang, dan itulah masalah…entahlah kamu juga menggap ini adalah masalah atau tidak? Selalu kekanak-kanakan. Sungguh aku tidak mau lagi ngomong dan membahas ini lagi karena aku masih kekanak-kanakan, sebab anak-anak yang duduk di Taman Kanak-kanak tidak biasa ….yah tidak bisa pokoknya banyak yang dia tidak bisa. Oooooo aku mengerti……disinilah mereka anggap aku tidak bisa….karena aku masih kanak-kanak, memang….kamu itu masih kanak2 tapi entahlah siapa yang lebih kanak2.
(Bersambung)

Komentar

SMA NEGERI 1 PARADO mengatakan…
Sungguh aku terheran ketika membacanya. sungguh....sungguh aku salut denganmu
Yusmi Putra mengatakan…
Itu adalah Bahasa hati dan pikiran Bung.
sebuah narasi yang luar biasa perdebatan antara pikiran yang bathin membuat kita sadar betul akan diri dan pekerjaan kita. penekanan jangan sampai terjadi ada eksploitasi tenaga pendidik khususnya guru dan Dosen di muka bumi ini

Postingan populer dari blog ini

BAB I PENDAHULUAN A. DASAR PEMIKIRAN Generasi muda diharuskan mangenal sejarah dan mengembangkan kenangan, perkembangan masa lalu, masa sekarang dan masa-masa yang akan datang guna memperkaya budaya daerah dan budaya nasional. Penggalian sejarah tentang perkembangan Desa Rupe selama ini hanya diwariskan melalui cerita lisan. Setiap pergantian generasi lebih kurang cerita itu banyak yang tenggelam, akibatnya generasi banyak yang melupakan sejarah dengan dasar “ sejuta ingatan lebih baik satu catatan yang bernilai sejarah”. Kurang mengenal sejarah akibatnya persatuan dan kesatuan semakin renggan ,rasa persaudaraan akan hilang. Dari dasar pemikiran tersebut di atas permasalahan yang dihadapi saat sekarang adalah: 1 Kurang mengenal sejarah lebih-lebih sejarah perkembangan desa mereka sendiri (Desa Rupe) 2 Belum ada yang menulis sejarah perkembangan Desa Rupe dan Langgudu. 3 Persatuan dan kesatuan sekarang semakin renggang 4 Tuntutan p...
Kuis Millionaire Sejarah 🏆 KUIS MILLIONAIRE 📚 Edisi Sejarah SMA Oleh : Yusuf, S.Pd (Guru Sejarah SMAN 2 Langgudu) Kelas X - XII 📋 Aturan Permainan • 15 pertanyaan dengan tingkat kesulitan meningkat • Setiap jawaban benar = naik ke hadiah lebih tinggi • 3 bantuan tersedia: 50:50, Telepon Teman, Ganti Soal • Waktu 30 detik untuk setiap pertanyaan • Hadiah aman: Soal ke-5 dan ke-10 🎮 MULAI BERMAIN → Materi: Sejarah Indonesia & Dunia Kelas X-XII 🏆 KUIS MILLIONAIRE Sejarah SMA 30 Pertanyaan 1/15 Hadiah Rp 100.000 ✂️ 50:50 📞 Telepon 🔄 Ganti ...

Kopa la koka

(telapak kaki mahluk raksasa) Dalam ilmu geografi yang memberi gambaran tentang terjadinaya lautan dan daratan berawal dari letusan atas adanya dua kekuatan yaitu kekuatan eksogen dan kekuatan endogen. Berkaitan dengan sejarah terbentuknya perairan dan daratan di Desa Rupe memiliki cerita, bahwa dari hasil injakkan telapak kaki mahluk raksasa yang bernama la Koka (penulis masih mencari data dan informasi yang valid tentang sejarah la Koka), pada suatu waktu pecahnya geografis wilayah desa Rupe menjadi perairan dan daratan dengan scenario ceritanya.       La Koka adalah mahluk raksasa yang memilki kekuatan injakan tealpak kaki yang amat dahsyat, sehingga terjadi getaran yang menyebabkan hancurnya daratan tersebut terbentuklah sebuah teluk yang diberi nama teluk waworada (konon ceritanya). Sebgai bukti sejarah bahwa kopa lakoka yang amat dahsyat itu tertapak di atas dua buah batu yaitu telapak kaki kanannya berada di pan...