Laksana burung, terbang dan hinggap dari satu tempat ketempat lainnya. Laksana Kapal, berlabuh dipelabuhan yang satu ke pelabuhan lainnya. Laksana Musafir masuk dikawasan yang satu kekawasanlainnya. Laksana....Laksana...dan laksana apalah yang menurut kita bisa mengarah pada satu kondisi kekondisi yang lainnya. Aku bukanlah seekor burung atau sebuah kapal, aku bukan pula dikategorikan seorang musafir, aku hanya pejalan yang entah sampai kapan akan berhenti berjalan demi mencari penghidupan di muka bumi ini. mulai dari pagi sampai pagi aku terus berjalan, walau yang kucari sudah atau tidak kudapat aku tetap berjalan. sungguh perjalanan yang melelahkan. walau tertatih aku tetap berupaya untuk terus berjalan. aku hendak mencari, menemukan lalu aku akan mengatakan pada dunia, "Inilah yang aku cari sudah aku dapat" walau nyatanya yang ada dalam pandangan mata adalah fatamorgana karena ambisiusku dalam pencarian. "tapi ini udah nyata". Memimpin suatu lembaga ata...
Yusmi Putra Bilmana dan Yusmi Putra Sulham