Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Kerajaan Samalas

sekarang sedikit tahu tentang spesialnya lombok dan gunung rinjani dari tulisan ini. (Yusuf, S.Pd) *Lombok Menanti Anak Pengungsi* Oleh: Dahlan Iskan Hanya bisa pasrah. Itulah yang terjadi di Lombok. Saat ini. Yang diguncang gempa beruntut. Susul menyusul. Tanpa tahu kapan datang. Berapa lama. Berapa besar. Pasrah. Tidur di tenda. Seadanya. Tendanya maupun logistiknya. Pasrah. Hanya itu yang bisa diperbuat. Yang ternyata ada hasilnya. Tidak banyak lagi korban jiwa. Di gempa dahsyat tengah malam. Minggu malam kemarin. Yang skalanya 7 SR. Begitu sering gempa datang. Sejak tanggal 7 Agustus saja sudah 17 gempa. Yang di atas 5 SR. Atau 4 gempa. Yang di atas 6 SR. Sampai-sampai saya tidak bisa menjawab. Saat ada pertanyaan dari luar negeri: apakah pernah di masa lalu sesering dan sebesar itu. Mereka sangat memerlukan data itu. Untuk masa depan Lombok. Yang ekonominya harus maju. Yang bangunan-bangunannya tidak cukup harus tahan gempa. Tapi harus tahan diguncang gempa beruntun....

Pengantar Ilmu Sejarah

Pengantar Ilmu Sejarah   Oleh : Yusuf, S.Pd ( Guru Sejarah SMAN 2 Langgudu Kab. Bima ) Kata sejarah sudah tidak asing lagi di telinga kita. Apabila kita menjumpai atau mendengar kata sejarah, maka yang terbayang di sebagian besar kita adalah masa lalu, kekunoan, barang-barang dari jaman dahulu serta semua hal yang berhubungan dengan masa lalu, kuno, dan lapuk. Meskipun sebagian besar dari masyarakat kita menganggap sejarah tidak penting, tidak dapat dipungkiri bahwa sejarah selalu menjadi hal yang paling disalahkan apabila terjadi tragedy pada perjalanan umat manusia. Secara literasi sejarah berasal dari kata syajarah (bahasa Arab) yang berarti pohon, syajarah an-nasab yaitu pohon istilah. Sejarah dalam bahasa Inggris adalah history yang merupakan turunan dari kata historia (bahasa Latin) yang berarti orang pandai. Kata historia juga diartikan sebagai pengetahuan tentang gejala-gejala alam. Dalam perkembangannya sejarah lebih merujuk kepada aktivitas manusia di masa l...

BERPIKIR SEJARAH

BAB I.   PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang             Sejarah mengajarkan kepada kita cara berpikir kronologis, artinya berpikirlah secara runtut, teratur, dan berkesinambungan. Dengan konsep kronologis, sejarah akan memberikan kepada kita gambara yang utuh tentang peristiwa atau perjalanan sejarah dari tinjauan aspek tertentu sehingga dengan mudah kita dapat menarik manfaat dan makna dari hubungan antar peristiwa yang terjadi.             Adapun dalam kehidupan sehari-hari, konsep berfikir diakrnik atau kronologis ini sangat diperlukan jika kita ingin memecahkan masalah. Tanpa berpikir secara runtut dan berkesinambungan dalam mengidentifikasi suatu permasalahan, kita akan dihadapkan pada pemecahan masalah atau pemberian solusi yang tidak tepat.             Cara berpikir sinkronik akan mengajarkan kepad...