Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Meninggalkan Gubuk Derita

Perjalanan itu baru dimulai, setapak demi setapak kaki melangkah dengan tanpa keraguan. harapan akan keberhasilan dan kesuksesan mengisi ruang-ruang pikiran dan tentunya dengan pertimbangan dan analisis yang memadailah sebagai bekal dalam perjalanan ini. setapak sudah terlewati tidak ada halangan yang berarti dihadapi, kerikil dan duri dapat dihindari dengan sedikit alas kaki yang sedianya sudah disiapkan dari awal. langkah kedua dan ketiga demikian adanya tiada masalah yang berarti yang membuat semangat perjalanan terjatuh.

Naskah Bo' Sangaji Kai

A. Latar Belakang Bima sekarang merupakan daerah Kabupaten dan Kota di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat, posisinya yakni berada diujung timur Pulau Sumabawa. Bima juga dahulunya merupakan salah satu kerajaan termashur dengan Indra Zamrut putra Sang Bima sebagai Raja pertamanya dan dimulai sejak abad 11 M yang ditandai dengan Prasasti Wadu Pa’a. Seiring dengan perkembangan waktu, mulai dari abad 17 M, Bima tampil sebagai kerajaan Islam dengan sebutan “Kesultanan” yang tepatnya pada tanggal 15 Rabiul Awal 1050 H atau bertepatan pula dengan tanggal 5 Juli 1640 M. Adapun Sultan pertamanya ialah Sultan Abdul Kahir (Ma Bata Wadu) sebagai tonggak penegak syariat Islam (Abdullah Tajib, 1996 :105). Sejak itu, peranan Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam Kesultanan Bima sangatlah besar, dengan kata lain Islam ditetapkan menjadi dasar negara, dengan demikian urusan agama menjadi tanggung jawab negara. Sultan sebagai kepala pemerintah bersama para ulama anggota lembaga pemerin...