Langsung ke konten utama

Postingan

Masihkah Ibu pertiwi terlelap

Saudaraku, ada suatu cerita yang pernah didengarkan oleh saudaraku yang lainnya kepada saya saat menempuh study di kota anging mamiri tenpo doloe. saudaraku yang ini selain menjadi salah satu aktifis di Fakultasku dia juga pernah menjabat sebagai Korcam (Koordinator Kecamatan) pada saat pelaksanaan KKN di Bulukumba tahun 2004. waktu itu dia membuka suatu topik tentang gonjang-ganjing perpolitikan di Indonesia yang kebetulan kala itu negara ini dipimpin oleh seorang Ibu. beberapa rekan2 lainnya memberikan pandangannya masing2 tentang definisi politik yang mereka pahami. selanjutnya saudaraku ini berkata "Masihkah Ibu Pertiwi Terlelap". perpolitikan Indonesia saat ini katanya dapat saya ceritakan dalam suatu pengalaman anak SD yang ditugaskan oleh Ibu gurunya untuk mencari tentang arti dan definisi politik. adapun cerita selengkapnya dapat disimak dalam ceritanya sebagai berikut : saat itu jam masuk setelah bel keluar main berdering, salah seorang ibu guru disekolah tersebut...

Yang Harus di Mengerti

1. Perempuan adalah makhluk yang senang sekali “jajan”. Sebab, dalam anggapan mereka, toko, warung, mall, supermarket, atau pasar adalah tempat di mana mereka seolah merasa terkontrol (padahal buktina mereka sangat “lost control” di tempat itu). 2. Perempuan sangat menyukai segala hal yang bersifat “tawar-menawar”. Jadi, pertanyaan tentang ‘apakah itu dibutuhkan’ tidaklah relevan. Bagi mereka, segala sesuatu yang dijual dan ditawarkan ibarat sebuah permainan yang mengasyikkan dan adil. 3. Perempuan pada dasarnya tidak punya sesuatu untuk dipakai. jadi, jangan bertanya tentang rak baju di dalam kloset, kamu “hanya harus tidak mengerti kenapa”. 4. Perempuan butuh menangis. Dan mereka tidak akan menangis kecuali mereka tahu bahwa kamu bisa mendengarnya. 5. Perempuan akan selalu bertanya tentang sesuatu yang tidak mempunyai jawaban pasti. Ini adalah upaya mereka untuk membuatmu merasa bersalah. 6. Perempuan butuh berbicara. Jadi, mereka akan selalu ngobrol, ngomong, alis ngacapruk, ka...

Mudah-mudahan dapat Terbit

Matahari terbit di Doro Londa sengaja didedikasikan Kepada para pejuang Laskar Bima yang bahu-membahu mengusir Penjajahan Belanda dan melucuti Sejata Jepang di Bima. selain itu Matahari Terbit juga menggambarkan tentang diri seorang anak Nelayan dalam meraih mimpi. Selanjutnya Matahari terbit di Doro londa sendiri merupakan judul perlambangan dari "Pendudukan Jepang di Bima". Sengaja Buku ini diberi Judul demikian sehingga ke-Bimaannya nampak dan bukan berarti apa yang disebut sukuisme itu diusung dalam Buku ini melainkan sautu penghormatan penulis terhadap tanah kelahiran penulis yang memberikan sejuta arti hidup, dan pengalaman yang berarti dalam mengisi lembaran kemasalaluan penulis. di Doro Londa, tempatku menatapmu guna mengetahui waktuku tuk lekas belajar. di teluk bima, kaki bukit Londa disitulah ayahku mencari nafkah untuk menghidupi keluargaku termasuk aku Matahari Terbit di Doro Londa lambang semangatku dalam meniti hari esok. Terbitlah.....

AKU BERDIRI DIATAS PUSARAMU

AKU BERDIRI DIATAS PUSARAMU Sila – Bima Agustus 2006 Memandang batu nisanmu Mengenang hidup bersamamu Mengharap ada didekatmu Menghayal engkau ada di depanku Menatap kosong di Makammu Mencari celah tuk melihatmu Menunggu kehadiranmu Mandamba kasih sayangmu Merasa ada dirimu Memeluk bayang-bayangmu Mencium harum wangimu Sebenarnya aku merindumu Wahai… ibuku tersayang Belaian kasihmu begitu kuharap Namun engkau tiada di sisi

CINTA SEJATI SEORANG IBU TERHADAP ANAK-ANAKNYA

Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr : "Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang di ufuk barat Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka, niscaya aku bunuh diriku." Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar ilmu bersyair dan dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteran...

CINTA SEJATI SEORANG IBU TERHADAP ANAK-ANAKNYA

Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr : "Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang dii ufuk barat Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka, nescaya aku bunuh diriku." Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar ilmu bersyair dna dididik berjuang dengan berani. Kemudian putera...

Arak Puncak Kejahatan

Dosa manakah, minum minuman yang memabukkan, berzina atau membunuh. Itulah teka-teki sebagai inti khutbah Khalifah Ustman bin Affan r.a. seperti yang diriwayatkan oleh Az-Zuhriy, dalam khutbah Ustman itu mengingatkan umat agar berhati-hati terhadap minuman khamr atau arak. Sebab minuman yang memabukkan itu sebagai pangkal perbuatan keji dan sumber segala dosa. Dulu hidup seorang ahli ibadah yang selalu tekun beribadah ke masjid, lanjut khutbah Khalifah Ustman. Suatu hari lelaki yang soleh itu berkenalan dengan seorang wanita cantik. Kerana sudah terjatuh hati, lelaki itu menurut saja ketika disuruh memilih antara tiga permintaannya, tentang kemaksiatan. Pertama minum khamr, kedua berzina dan ketiga membunuh bayi. Mengira minum arak dosanya lebih kecil daripada dua pilihan lain yang diajukan wanita pujaan itu, lelaki soleh itu lalu memilih minum khamr. Tetapi apa yang terjadi, dengan minum arak yang memabukkan itu malah dia melanggar dua kejahatan yang lain. Dalam keadaan mabuk dan ...